12 Tips Naik Pesawat Bersama Anak | Persiapan dan Kiat Naik Pesawat Bersama Balita

TIPS AGAR ANAK NYAMAN NAIK PESAWAT12 Tips Naik Pesawat Bersama Anak | Persiapan dan Kiat Naik Pesawat Bersama Balita. Tak sedikit orang tua mengalami stres saat mengajak balita dalam penerbangan. Karena balita yang sedang aktif tak mau tenang selama dalam perjalanan. Belum lagi timbul kerepotan-kerepotan yang lainnya. Naik pesawat bersama balita diperlukan beberapa persiapan dan kiat tersendiri. Agar acara penerbangan lancar dan menjadi kegiatan yang menyenangkan.
1. Jika Ada terbang jarak jauh dengan bayi, mintalah kursi sekat dan siapkan tempat tidur bayi sebelum penerbangan. Bassinet dapat digunakan untuk anak hingga usia 18 bulan, namun paling cocok untuk bayi di bawah delapan bulan.

2. Jika Anda sedang hamil lebih dari 24 minggu, pastikan mendapat surat keterangan dari dokter atau bidan yang menyatakan Anda layak terbang.

3. Sampailah ke bandara lebih awal sebelum penerbangan. Agar Anda tidak lari tergesa-gesa sambil menyeret banyak koper dan menggendong atau menggandeng anak karena mepet dengan jam penerbagan. Hal ini bisa menjadikan stres dan kelelahan.

4. Di dalam pesawat, jangan berharap Anda dapat membaca buku atau novel favorit, jika balita ikut serta. Anggaplah sebagai bonus jika memang Anda mendapat kesempatan tersebut.

5. Ingat, di dalam pesawat Anda tidak boleh membawa tempat air atau makanan lebih besar dari ukuran 100 ml. Susu dan makanan bayi diperbolehkan, namun Anda akan diminta untuk mencicipinya.

6. Jika membawa bayi, ambil kain gendongan dan kereta ringan – karena Anda tidak akan selalu mendapatkannya kembali saat di pintu pesawat.

7. Periksa bagasi dan hand baggage allowances di situs maskapai penerbagan Anda. Mencoba mengepak ulang dengan kepanikan di bandara bukan suatu hal yang menyenangkan.

8. Bawa popok lebih banyak, karena perubahan tekanan udara bisa mengakibatkan gangguan pada perut bayi.

9. Beri makan bayi Anda saat sudah lepas landas dan mendarat untuk mencegah sakit telinga. Anda bisa memberinya permen anak-anak atau sesuatu yang dapat mereka hisap.

10. Bawa beberapa mainan ukuran kecil, seperti kertas mewarnai atau buku bergambar. Bagi balita yang sudah lebih besar biarkan mereka bermain game komputer selama mereka suka.

11. Makanan airline masih kurang ramah untuk anak-anak dan harganya juga mahal. Bawa beberapa makanan ringan yang tidak lengket. Dan jangan membawa minuman dalam kemasan karton karena bisa menyemprot ke mana-mana dan tidak bisa ditutup kembali setelah dibuka.

12. Jika Anda membawa anak-anak kecil dalam penerbangan panjang, bawakan baju piyama untuk watu malam. Jangan terlalu kawatir tentang jet lag, anak mengalaminya lebih sedikit dibanding orang dewasa.

Ayahbunda

12 Tips Naik Pesawat Bersama Anak, Persiapan dan Kiat Naik Pesawat Bersama Balita, Tips Balita Nyaman Naik Pesawat, Tips Membawa Makanan untuk Anak di Pesawat, Persiapan Barang yang Harus Dibawa Saat Naik Pesawat, Tips Memilih Mainan Anak untuk Dibawa di Pesawat

Cara Bijak Agar Batita 'Jinak' | TIPS BIJAK MENGATASI ANAK YANG SEDANG MARAH

PERKEMBANGAN ANAK BATITACara Bijak Agar Batita 'Jinak' | TIPS BIJAK MENGATASI ANAK YANG SEDANG MARAH. Daripada capek marah-marah terus, mulai sekarang siapkan rencana lebih awal untuk menghadapi sikap negativistik si batita. Mari berstrategi menghadapinya, tentu dengan cara yang bijak dan tanpa teriak-teriak. Saran-saran berikut ini sudah terbukti membantu banyak orangtua dalam mengurangi perilaku anak yang sulit dan meningkatkan interaksi positif antara dia dan Anda.
1. Luangkan waktu

Luangkan waktu yang efektif dan positif dengan si batita setiap hari. Bila dia tahu bahwa dia dicintai dan dihormati oleh orangtuanya, dia akan memberikan respons yang baik dengan menunjukkan sikap yang menyenangkan. Cara terbaik agar ia tahu bahwa Anda mencintai dan menghormatinya adalah dengan meluangkan waktu yang efektif dan positif bersama mereka, walaupun hanya 10-15 menit setiap harinya (bagi anak-anak waktu yang sedikit ini akan terasa lama). Tak perlu menunggu weekend untuk dapat meluangkan waktu dengannya, sebaliknya setiap hari cobalah untuk memanfaatkan waktu yang singkat di antara kesibukan di rumah dan kantor. Duduklah sebentar untuk bermain bersamanya, membacakan buku ataupun mendengarkan ceritanya. Beri pujian atau umpan balik yang positif atas sikap manisnya dan dukunglah eksplorasinya selama itu tidak terlalu membahayakan. Semua ini membangun dasar perasaan cinta, percaya, dan menghormati.

2. Berikan perhatian

Sekecil apa pun perhatian yang Anda berikan kepada si kecil, itu tetap lebih baik daripada tidak sama sekali. Perhatian orangtua merupakan hadiah yang luar biasa bagi anak-anak. Mereka akan melakukan apa saja agar mendapatkan perhatian yang lebih meskipun bentuk perhatian itu bersifat negatif seperti berteriak, berargumentasi, ataupun mengomeli mereka. Oleh karena itu pastikan Anda tidak memberikan perhatian terhadap perilaku negatif si batita lebih dari perhatian yang Anda berikan terhadap perilaku positifnya. Maksudnya supaya si kecil tahu bahwa Anda akan memberikan perhatian positif yang lebih banyak terhadap perilaku yang juga positif.

Namun ingat, berikan pujian secara spesifik agar ia tahu mana perbuatan yang benar dan terdorong untuk mengulanginya lagi. Misalnya, katakan, "Wah hebat, Adek sudah bisa makan sendiri," atau " Terima kasih, Sayang sudah merapikan tempat tidur sendiri." Jangan lupa pujian yang tulus merupakan dorongan yang kuat bagi anak untuk melakukan hal-hal yang baik dan benar. Cara ini jauh lebih efektif daripada mengomel, berteriak, ataupun memberikan hukuman.

3. Terapkan aturan dan rutinitas

Adanya aturan kapan makan pagi, siang, sore, mandi, tidur yang merupakan rutinitas akan membantu segala sesuatunya berjalan mulus. Buatlah aturan kegiatan yang jelas dan apa saja perilaku yang diizinkan. Misalnya, makan harus duduk, tidak boleh diemut, gosok gigi dan cuci kaki-tangan sebelum tidur. Jika anak mengerti apa yang Anda inginkan dari mereka, Anda tidak perlu berteriak ataupun mengomeli mereka.

4. Persingkat dan perjelas permintaan Anda

Sering kali, orangtua marah bila si kecil tidak mau mengikuti dan melakukan apa yang disuruh. Lantas keluarlah omelan yang panjang, "Mama, kan, sudah bilang beberapa kali! Kamu, kok, enggak ngerti-ngerti sih!" Supaya si batita paham, berikan perintah dalam kalimat yang pendek, singkat dan jelas, misalnya "Lepas sepatumu kalau masuk rumah, supaya lantai dan karpet tidak kotor." Dengan demikian Anda tak perlu menghabiskan energi dan si kecil bisa menangkap pesan dengan jelas.

5. Perlihatkan sikap membantu

Barangkali, kata-kata yang paling sering didengar anak dari orangtuanya adalah "tidak", "jangan" dan "diam". Masalahnya, kata-kata tadi hanya mengajari anak untuk TIDAK atau JANGAN melakukan ini dan itu tanpa memberinya masukan apa yang seharusnya ia lakukan. Si kecil sebetulnya senang membantu orangtua tetapi dia harus diminta dan diberi tahu dengan persis bagaimana caranya. Misalnya pada saat Anda sedang menyiapkan makan malam di dapur, si batita ikut ke dapur dengan membawa mainannya dan bermain di lantai dapur. Sebetulnya dia ingin berada dekat ayah atau ibunya. Jadi, jangan memarahinya tetapi katakan, "Yuk, kita letakkan mainanmu di meja supaya sambil menyiapkan makanan, Mama bisa melihat kamu main." Anda harus kreatif menemukan cara yang menyenangkan bagi anak agar mau membantu. Pujilah jika ia "berhasil" menyelesaikan tugasnya.

6. Jangan berteriak dan mengomel

Kala lelah menghadapi rengekan anak, sering kali kita berteriak menghardiknya karena merasa inilah cara yang paling jitu. Cara lainnya, mungkin Anda menyerah mengikuti kemauannya. Hindari kedua cara itu. Bila anak tahu rengekannya membuat Anda menyerah, lain waktu ia akan mengulanginya lagi.

Untuk mengatasinya biarkan ia mengerti bahwa Anda mau mendengarkannya tetapi hanya jika ia bicara dengan jelas dan manis. Tanpa merengek ataupun mengamuk.

7. Bersungguh-sungguh

Sikap orangtua yang sungguh-sungguh akan menimbulkan rasa hormat pada anak. Kalau misalnya Anda mau si kecil menyahut dan mendekat ketika dipanggil, Anda harus mengatakannya dengan sungguh-sungguh. Jika mereka diam saja ketika dipanggil, datangi mereka dan bawa mereka ke tempat tadi Anda memanggil. Misalnya, di meja makan karena saat itu waktunya makan malam. Katakan kepadanya bahwa Anda mengharapkan kehadirannya di meja makan. Anak akan belajar bahwa ia harus menjawab bila dipanggil dan tidak membiarkan orang lain memanggil-manggil sampai dua atau tiga kali.

8. Belajar dari konsekuensi

Anak-anak lebih mudah memahami sesuatu dengan baik dan benar justru dari konsekuensi bukan dari omelan Anda. Anak-anak bukanlah orang dewasa kecil yang bisa diharapkan langsung mematuhi aturan secara otomatis melalui perintah-perintah orangtuanya. Biarkan mereka belajar dari kesalahan yang mereka lakukan. Misalnya, jika si kecil tidak mau memasukkan mainannya ke dalam kotak, biarkan ia kehilangan mainannya dan menerima konsekuensi itu. Kadang-kadang belajar dari cara yang sulit merupakan cara yang efektif untuk bisa memahami intinya. Jadi biarkan si kecil menerima konsekuensi dan belajar dari kesalahan. Jangan lupa untuk memberikan pujian jika mereka melakukan sesuatu dengan benar.

9. Beri contoh nyata

Anak-anak lebih cepat belajar sesuatu dari contoh nyata bukan dari omelan. Bila Anda memperlakukan orang lain dengan hormat, baik, dan sopan, maka si kecil akan melihatnya dan melakukan hal yang sama bila berhadapan dengan orang lain, termasuk terhadap Anda. Bila Anda rajin mengomel kepada pasangan atau pembantu di rumah, tahu apa yang akan terjadi? Anak pun akan melakukan hal sama. Tentu saja orangtua tidaklah sempurna, jadi bagaimana bila Anda melakukan kesalahan di depan anak? Akuilah bahwa Anda pun dapat melakukan kesalahan dan belajar dari pengalaman itu. Dari pengakuan seperti ini, anak akan belajar banyak. Jika Anda melakukan kesalahan terhadapnya, jangan ragu untuk meminta maaf. Contoh ini akan menjadi cerminan positif bagi si kecil.

tabloidnova.com

Cara Bijak Agar Batita 'Jinak', TIPS BIJAK MENGATASI ANAK YANG SEDANG MARAH, Mengatasi Sikap Negatif Anak, Tips Memberi Kasih Sayang pada Balita, Aturan Tepat untuk Batita, Tips Memberi Pujian pada Anak

Cara Asyik Mengenalkan Warna | Tips Mengenalkan Warna pada Anak

Cara Asyik Mengenalkan Warna | Tips Mengenalkan Warna pada Anak. MENGENALKAN warna pada anak usia dua tahun, tak harus dengan cara atau metoda canggih seperti dalam ilmu kimia. Namun bisa dengan cara mudah, menggunakan benda yang ada di sekelilingnya.
Penasaran seperti apa caranya, baca saja ulasan dari Efnie Indrianie, M.Psi, berikut.

Kenapa usia dua tahun?

Saat usianya 0-1 tahun kemampuannya belum sebaik pada usia dua tahun yang lebih mengandalkan pendengaran. Sedangkan anak pada usia dua tahun fungsi-fungsi visualnya sedang berkembang.

Mulai usia dua tahun, kemampuan visualnya lebih baik, kemampuan mengakomodasikan mata sudah lebih baik sehingga bisa lebih fokus dan dapat melihat sesuatu dengan lebih jelas.

Maka pada usia dua tahun itulah, pengenalan dan pengetahuan warna perlu dilakukan. Sehingga, ketika usianya tiga tahun, anak tidak salah lagi jika menunjuk atau menyebut warna tersebut.

Walau memang, sudah banyak orangtua yang mengenalkan aneka warna sebelum usia si kecil dua tahun. Ini boleh dilakukan, namun pada usia sebelum menginjak dua tahun, daya pandang, ketajaman mata dan pengakomodasian mata masih belum terlalu optimal.

Pertumbuhan otak pesat

Mengacu pada tumbuh kembang anak, proses tumbuh kembang otak usia 0-10 tahun sangat pesat. Pada usia tersebut terjadi koneksi yang sangat optimal antarsaraf otak yang jumlahnya bisa mencapai 1.000 triliun.

Amazing ya Moms? Nah, momen berharga ini tentu sangat luar biasa dan tidak akan terulang lagi. Inilah sebabnya mengenalkan pelbagai warna kepada si kecil bisa menjadi sangat berguna sekaligus menyenangkan.

Mudah dan menyenangkan

Menggunakan fasilitas yang ada di sekeliling rumah Moms merupakan cara mudah dan menyenangkan memperkenalkan warna kepada si kecil. Misal:

• Biarkan si dua tahun memegang, mengalami, dan memanipulasi benda aneka warna. Misalnya saja, Moms bisa mengenalkan warna merah sambil membiarkannya memegang buah apel, atau benda berwarna merah lainnya.

• Moms juga bisa mengenalkan warna melalui pakaian yang ia kenakan. Dengan cara ini, batita tidak hanya bisa mengingat warna, tetapi juga bisa menghayati warna-warna dengan baik.

• Ajarkan si kecil bernyanyi lagu-lagu anak seperti Balonku Ada Lima, Pelangi, Lihat Kebunku, atau Kucingku Belang Tiga. Moms bisa sambil menunjukkan gambar-gambar yang sesuai dengan tema lagu, untuk lebih memudahkan anak mengingat.

Tip sukses mengenalkan warna

• Harus kontinu secara terus-menerus dilakukan setiap hari berkisar 15 hingga 20 menit. Hal ini untuk menyeimbangkan pengetahuan yang ia miliki dengan pertumbuhan saraf otaknya yang sedang maksimal.

• Untuk usia dua tahun kenalkan tiga warna dasar (merah, biru dan kuning) terlebih dulu. Karena, ketiga warna tersebut merupakan warna dasar dari warna yang lain. Setelah ia bisa mengenali tiga warna dasar tersebut, Moms boleh mengenalkan warna-warna yang lainnya.

• Untuk memperkenalkan aneka warna tersebut Moms bisa menggunakan apa pun yang ada di sekeliling rumah dan lingkungan. Misalnya mainannya yang berwarna biru, buah apel yang berwarna merah atau warna kuning pada jeruk/lemon. Jangan lupa tunjuk benda yang dimaksud atau saat ia memakan buah tersebut.

• Lafalkan warna dengan intonasi yang jelas sehingga anak akan tahu perbedaannya dengan lebih jelas. Agar lebih fun lakukan sambil bermain. Jika perlu perlihatkan ekspresi muka Moms ketika menyebutkan warna tersebut karena sebelumnya, dia belajar dari cara mendengar.

• Indra sentuhan juga bisa sekaligus Moms ajarkan. Dengan cara meraba kulit jeruk, lemon atau apel si kecil juga akan tahu visual dan teksturnya.

• Jika ia sulit untuk menghafal dan mengetahui warna tersebut, janganlah berputus asa. Moms dapat melakukan penambahan intensitas belajar sambil bermain seperti di atas dengan waktu yang sedikit lebih banyak.

Misal, kalau dulu satu kali sehari maka sekarang dua atau tiga kali sehari. Namun tetap harus fun dengan durasi hanya 15 sampai dengan 20 menit. Namun tetap jangan memaksakannya ya, Moms!

• Moms juga harus dapat melihat kemampuan si kecil lebih peka kepada indra pendengarannya atau indra penglihatannya. Karena jika Moms mengetahuinya maka akan lebih mudah mengajarkan si kecil untuk mengetahui aneka warna.

• Moms boleh-boleh saja mengenalkan warna dengan dua bahasa (misalnya bahasa Inggris dan Indonesia). Namun yang perlu diperhatikan, bahasa harus dapat dimengerti oleh anak, sehingga si kecil tahu persis bahwa dua bahasa tersebut berarti sama.

• Yang tak kalah penting, saat mengenalkan warna kepada si kecil, Moms harus sabar dan jangan putus asa.

Si kecil hafal warna, tanda cerdas?

Bila dikaitkan dengan sistem kerja otak, ternyata ada sistem kerja otak anak yang dominannya visual -ditandai dengan fungsi lobus oksivitalis yang sangat kuat- di mana ia peka terhadap warna, gambar dan semua yang sifatnya berhubungan dengan tatapan matanya.

Namun ada juga anak yang lebih dominan pada fungsi audionya (suara atau pendengaran) - ditandai dengan lobus temporaly. Gaya belajar yang ditentukan dari fungsi otak tersebut membuat setiap anak mempunyai kepekaan yang berbeda terhadap proses belajar.

Dengan demikian diharapkan Moms lebih mengetahui, bila si kecil lebih peka terhadap pendengaran maka pengenalan warna (secara visual) akan membutuhkan warna sedikit lebih banyak. Tapi jangan langsung mencap bahwa ia lebih lambat mengetahui warna berarti ia kurang cerdas ya Moms.


Okezone


Cara Asyik Mengenalkan Warna, Tips Mengenalkan Warna pada Anak, Gaya Belajar Anak Ditentukan dari Fungsi Otaknya, Fungsi Visual (Lobus Oksivitalis) dan Fungsi Audio (Lobus Temporaly)

TIPS MENDIDIK ANAK Cara Mendidik Anak Yang Efektif | Kiat Orang Tua Mendidik Anak

FREE DOWNLOAD TIPS MENDIDIK ANAK GRATIS Tips Mendidika Anak Cara Mendidik Anak | Tips Orang Tua Mendidik Anak | 10 Kesalahan Mendidik Anak Yang Perlu Diketahui


Bila Anda berpikir apakah Anda adalah orang tua yang teladan ? Maka jawaban Anda, pasti tentu saja saya orang tua teladan bagi anak saya. Mana ada sih “Harimau yang memakan anaknya sendiri”, atau mungkin mana mungkin sih kita mencelakakan anak kita sendiri. Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Kenyataannya banyak orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik putra-putrinya.

Tips Mendidik Anak


Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang mungkin Anda tidak sadari terjadi dalam mendidik anak Anda :

1. Kurang Pengawasan
Menurut Professor Robert Billingham, Human Development and Family Studies – Universitas Indiana, “Anak terlalu banyak bergaul dengan lingkungan semu diluar keluarga, dan itu adalah tragedi yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua”. Nah sekarang tahu kan, bagaimana menyiasatinya, misalnya bila anak Anda berada di penitipan atau sekolah, usahakan mengunjunginya secara berkala dan tidak terencana. Bila pengawasan Anda jadi berkurang, solusinya carilah tempat penitipan lainnya. Jangan biarkan anak Anda berkelana sendirian. Anak Anda butuh perhatian.

2. Gagal Mendengarkan
Menurut psikolog Charles Fay, Ph.D. “Banyak orang tua terlalu lelah memberikan perhatian – cenderung mengabaikan apa yang anak mereka ungkapkan”, contohnya Aisyah pulang dengan mata yang lembam, umumnya orang tua lantas langsung menanggapi hal tersebut secara berlebihan, menduga-duga si anak terkena bola, atau berkelahi dengan temannya. Faktanya, orang tua tidak tahu apa yang terjadi hingga anak sendirilah yang menceritakannya.

3. Jarang Bertemu Muka
Menurut Billingham, orang tua seharusnya membiarkan anak melakukan kesalahan, biarkan anak belajar dari kesalahan agar tidak terulang kesalahan yang sama. Bantulah anak untuk mengatasi masalahnya sendiri, tetapi jangan mengambil keuntungan demi kepentingan Anda.

4. Terlalu Berlebihan
Menurut Judy Haire, “banyak orang tua menghabiskan 100 km per jam mengeringkan rambut, dari pada meluangkan 1 jam bersama anak mereka”. Anak perlu waktu sendiri untuk merasakan kebosanan, sebab hal itu akan memacu anak memunculkan kreatifitas tumbuh.

5. Bertengkar Dihadapan Anak
Menurut psikiater Sara B. Miller, Ph.D., perilaku yang paling berpengaruh merusak adalah “bertengkar” dihadapan anak. Saat orang tua bertengkar didepan anak mereka, khususnya anak lelaki, maka hasilnya adalah seorang calon pria dewasa yang tidak sensitif yang tidak dapat berhubungan dengan wanita secara sehat. Orang tua seharusnya menghangatkan diskusi diantara mereka, tanpa anak-anak disekitar mereka. Wajar saja bila orang tua berbeda pendapat tetapi usahakan tanpa amarah. Jangan ciptakan perasaan tidak aman dan ketakutan pada anak.

6. Tidak Konsisten
Anak perlu merasa bahwa orang tua mereka berperan. Jangan biarkan mereka memohon dan merengek menjadi senjata yang ampuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orang tua harus tegas dan berwibawa dihadapan anak.
7. Mengabaikan Kata Hati
Menurut Lisa Balch, ibu dua orang anak, “lakukan saja sesuai dengan kata hatimu dan biarkan mengalir tanpa mengabaikan juga suara-suara disekitarnya yang melemahkan. Saya banyak belajar bahwa orang tua seharusnya mempunyai kepekaan yang tajam tentang sesuatu”.

8. Terlalu Banyak Nonton TV
Menurut Neilsen Media Research, anak-anak Amerika yang berusia 2-11 tahun menonton 3 jam dan 22 menit siaran TV sehari. Menonton televisi akan membuat anak malas belajar. Orang tua cenderung membiarkan anak berlama-lama didepan TV dibanding mengganggu aktifitas orang tua. Orang tua sangat tidak mungkin dapat memfilter masuknya iklan negatif yang tidak mendidik.

9. Segalanya Diukur Dengan Materi
Menurut Louis Hodgson, ibu 4 anak dan nenek 6 cucu, “anak sekarang mempunyai banyak benda untuk dikoleksi”. Tidaklah salah memanjakan anak dengan mainan dan liburan yang mewah. Tetapi yang seharusnya disadari adalah anak Anda membutuhkan quality time bersama orang tua mereka. Mereka cenderung ingin didengarkan dibandingkan diberi sesuatu dan diam.

10. Bersikap Berat Sebelah
Beberapa orang tua kadang lebih mendukung anak dan bersikap memihak anak sambil menjelekkan pasangannya didepan anak. Mereka akan hilang persepsi dan cenderung terpola untuk bersikap berat sebelah. Luangkan waktu bersama anak minimal 10 menit disela kesibukan Anda. Dan pastikan anak tahu saat bersama orang tua adalah waktu yang tidak dapat diinterupsi.

http://www.isdaryanto.com/10-kesalahan-mendidik-anak

PREDIKSI GEMPA JAKARTA 2011 Ramalan Gempa Jakarta Potensi Kerusakan (Ramalan Terbaru)

related tags:

tips mendidik anak, cara orang tua mendidik anak baik dan benar, tips mendidik anak yang efektif, tips pendidikan keluarga, kiat mendidik anak, tips orang tua didik anak

Copyright 2011. All rights reserved.
artist photos